Cerita Cewek di Pojok Hari 140

Bentar…bentar…gue lagi mikir tentang artikel bagus ini http://danielrosyid.com/kita-tidak-butuh-sekolah-apalagi-kurikulum.html. Maka muncullah pendapat di bawah ini :

Penerobosan kegelapan adalah tugas setiap terpelajar untuk menyambut masa depan yang cerah, dan sekolahan tidak mengajarkan itu.” (Rumah Kaca, Pram). Lalu disimpulkan dengan kalimat gini oleh mbak Arnellis Mellema,”Jadi, untuk jadi terpelajar, kamu gak harus sekolah.”

Gue setuju dengan pendapat di atas. Selama ini, gue emang lebih banyak nerima pelajaran dan belajar dari kehidupan nyata, dari ngamatin hilir mudik jalanan, dari berdialog dengan orang sana sini, dari pergiliran masalah yang terus ngantri, dari nyalain kuping untuk curhat rekan-rekan, dari baca hal-hal yang tersurat maupun tersirat dan dari diskusi (kadang sepi, kadang sengit) dengan pemikiran sendiri. Lalu dimana jasa sekolah dalam hidup gue?

1. Memperbanyak jumlah rekanan (networking), walaupun nantinya yang bakal bener-bener fungsional dan sejalan hanyalah beberapa orang doang hahahahaa. Ups! Ya enggaklah…masing-masing punya posisilah dalam pertemanan ini.

2. Dapetin nilai yang diangkakan untuk menaikkan derajat harga diri (red : gelar) atau sebuah pembuktian kecerdasan diri. Hm…padahal angka gak cukup untuk menilai intelegensia seseorang karena manusia bukan sekedar kognisi. Jujur…dulu sempet niat sekolah emang karena ingin jadi yang terbaik dengan rangking teratas dan nilai tertinggi. Padahal sebenernya kita disuruh sekolah untuk nemuin banyak hikmah hidup dan menjadi manusia yang seutuhnya. Menjadi manusia! Ting!

3. Bisa tahu dan nemuin nama-nama teori yang aneh-aneh itu. Tapi, temen gue pernah ngomentarin beberapa tulisan gue padahal ini murni dari pengalaman yang tertangkap akal gue,”Hm….tulisan lu yang ini…ada sebutan teorinya dalam psikologi….” Jadi, yang bener yang mana? Sebuah teori untuk dibuktikan? Atau sebuah pembuktian yang diteorikan?

4. Bisa belajar arti gak nunda-nunda dan disiplin ketika dikejar-kejar tugas yang bejibun. Artinya diri gue diberi sebuah sistem. Inilah nantinya yang bisa menghasilkan rutinitas atau kreativitas. Rutinitas = bosan, kreativitas = asik. Makanya kenapa ada yang stress kalo ngerjain skripsi, ini rutinitas berarti. Males sekolah, ini rutinitas berarti. Anehnya dulu…gue suka banget sekolah >,<. Asyeeem!

Gue setuju karena gue mengalami langsung. Tapi, pendapat tadi bahaya untuk menjadi alasan picik orang-orang yang emang males sekolah, lebih tepatnya sekolah formal. Mereka bisa berlindung dibalik pandangan tadi. Ngapain sekolah? Pasti gitu cara mereka mengelak. Jeder!! Makin bodohlah Indonesia! Iya siiiih…banyak orang sukses setelah DO dari kampus atau cabut dari sekolah. Tapi ingat! Mereka lolos dulu masuk tuh kampus/ sekolah, baru kabur. Artinya, hanya gak menyelesaikannya hingga akhir. Orang-orang yang ‘beda’ ini bisa dihitung pake jari keberadaannya dan kebanyakan orang asing. Kalo orang Indonesia ada sih beberapa misalnya Bob Sadino dan Emha Ainun Najib.

Jadi, gue masih ragu jika pendapat tadi diterapkan di Indonesia pada era ini. Dipaksa sekolah aja masih banyak yang ogah-ogahan, apalagi emang didukung untuk gak sekolah. Yaaah…tapi itu pendapat orang yang udah ahli banget sih dalam dunia pendidikan ini. Seandainya emang mau diterapkan, gue pasti dukung (seperti yang selalu gue bilang, sekolah itu bisa dimana aja, gak terbatas ruang dan merk). Mudah-mudahan ide keren untuk ‘stop schooling, start learning’ bisa membawa perubahan dan perbaikan yang efektif. Teori bagus tapi gak efektif, ya nantinya jadi gak bermanfaat. Menurut gue yang bodoh ini, kalimat mbak Arnellis Mellema di atas mungkin sebaiknya diikuti dengan kata ‘jika’. “Jadi, untuk jadi terpelajar, kamu gak harus sekolah……jika kamu yakin bisa menemukan petikan pelajaran di luar sekolah.”

stop schooling

 

Ini hakikat pendidikan sesungguhnya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s